Kawi

19:35 0 Comments A+ a-

Melanjutkan penelusuran sebelumnya. Belajar dari klayapan  pertama, beberapa persiapan saya matangkan seperti ban cadangan maupun beberapa peralatan dan juga bekal. Utk itu di pagi hari saya sudah sibuk menambal beberapa ban lama yg  bocor dan berwajah gembel, uniknya ada salah 1 ban sudah memiliki 6 tambalan masih belum masuk tempat sampah, bahkan saya tambal lagi utk digunakan haha.
Saya bawa ban tersebut bersama 1 ban lagi, walau begitu sudah saya putuskan utk membuangnya jika bocor lagi. 
Bulan ini juga menjadi kejutan, tak disangka saya mendapat hadiah dari perusahaan berupa satu sepeda. Polygon Xtrada 3 - 27.5 dgn striping dan font tulisan polygon terbaru , 1 rombongan dgn N8. Kesan pertama adalah GAGAH. Warna frame yg hitam, fork hitam doff, striping yg tidak berlebihan serta rims yg lagi2 juga hitam. Dibekali ban ukuran 27.5 makin membuatnya tampak kekar meski ukuran sepedanya 16. Yang saya sukai lainnya adalah logo yg berupa emblem logam, dgn sedikit kekurangan berupa warna silver, coba hitam pasti buagus buanget.
Tes ride sebentar di lobi cukun berkesan, ternyata handling nya cukup nyaman dan stabil. Oh ya, xtrada ini mempunyai frame yg lebih kokoh dan tebal dari xtrada2 seri sebelumnya, asli membuat rider lebih pede. Polygon saya rasa benar2 serius untuk seri terbaru ini.

Bila sampeyan melihatnya di tutuplapak atau FJB Kaskus, benar sekali sepeda hadiah ini sedang saya jual, hehehe. Sebenarnya saya sangat suka sekali memilikinya, sayang untuk saat ini belum kondisi butuh, kuatir hanya akan bersaing dgn sepeda satunya utk berkarat jadi pajangan di rumah.
Mengkoleksi lebih dari satu sepeda belum memungkinkan juga dari segi tempat, lha wong saya masih nunut pondok mertua indah, hehehe. Sedang kumpul2 buat beli rumah sendiri, doakan saya ya (sambil ngomong ala pak Tarno).
Oke, lanjutan penelusuran ini saya mulai sekitar jam setengah 1 siang, ba'da dhuhur. Setelah ijin sama polda (polisi dapur) di rumah turun, ba'da dhuhuran baru saya berangkat. Mendung cukup tebal menggelayut di barat tapi terlihat sedikit cerah di selatan. Pilihan kostum jatuh pada kaos oblong lengan pendek dan celana kargo yg tabrakan warna dgn atasan.
Beruntungnya sepanjang jalan tiada panas menyengat, mendung saja tapi ga hujan2. Hujanpun sudah siap raincoat dan bagcover, yg kedua barang ini makin menuh2i bawaan.
14:15 tiba di wonokoyo cabang wagir raya. Sangat ramai dibanding minggu lalu karena ada iring2an offroad 4wd yg hendak masuk jalur juga. Jadi ternyata ini sebabnya jalur sebelah kanan yg lebih lebar itu busuk adanya.
Situasi masih mendung kemrenyesss tapi ga hujan. Di pertigaan pandanrejo saya sempat bertemu rombongan crosser yg basah kuyup, entah apa mereka dari spot yg sama.
Memasuki jalur sebelah kiri, saya lihat jalur yg kanan tampak beberapa crosser trail yg sedang kepayahan menanjak. Melihat jalur yg busuk dgn kemiringan yg raja tega itu membuat saya maklum semaklum2nya dgn pemandangan tersebut.
Di lokasi sedikit terbuka, saya nimbrung bersama petani2 lokal yg sedang asik menanti rombongan offroad lewat. Para petani ramai sekali menimpali baik itu offroad maupun trail.
Dan mobil terdepan rombongan offroad itu akhirnya menjadi korban terperosok di jalur yg busuk tsb. Padahal mereka masih masuk jalur sekitar-+ 30 meter. Terkekeh2 sendiri mengingat saya pernah melewati jalur tsb awalnya dgn darah dan airmata.
Tidak yakin mobil2 tersebut mampu sampai spot adegan crosser menuntun di foto atas.
Bukan mobilnya yg meragukan ,kemampuannya saya percaya josss sekali walau saya lihat ada beberapa mobil lama, tapi jalur dilewatinya yg maha tidak bermutu. Entah bila mereka sudah siap pulang tengah malam.
Istirahat sejenak sampai salah satu crosser gondrong berkostum biru tersebut melihat saya minum kemudian njaluk pisan. Saya kira cuma minta seteguk dua teguk, tak disangka diminta sebotolnya jg buat dibagi sama rekan2nya, haha. Ya sudahlah masih ada satu pocari yg sisa setengah di dalam tas, entah cukup entah tidak buat sisa perjalanan, saya relakan sebotol yg diminta tsb. 
Bahwasannya kaget juga saya mengetahui bahwa rider2 cross ini tak membawa bekal minum, apa mereka sedang survival mode on.
Sebenarnya sikon sangat menguras fisik langsung dan berkali2 butuh minum lagi saat menemui jalur yg unpancalable,namun rupanya saya sedang terpanggil oleh sebuah pencerahan di atas gunung utk berbagi sesama mahluk ciptaan-NYA.
Seperti pelajaran yg diberikan bapak saya, meski berkekurangan jangan lupa berbagi kepada yg lebih kekurangan.
Man has to be himself in spite of unfavorable circumstances; that means he has to make his own existence at every single moment
kurang lebih ' manusia mesti menjadi dirinya sendiri meskipun keadaan tidak menguntungkan, itu berarti dia harus membuat keberadaannya sendiri di setiap saat.
Saya tak akan tiba2 pelit hanya karena situasi sedang di atas gunung, toh apabila cuma air pikir saya gampanglah cara menemukannya pas kondisi2 lembab begini.
Dan pilihan saya utk berbagi ternyata tepat, mas2 rider tersebut cukup antusias saat saya minta bergaya utk foto. Kemudian saya melanjutkan perjalanan, meski sepeda saya paling terakhir masuk jalur dibanding crosser dan offroader , tapi ternyata paling cepat dan terdepan di medan, hekekekekek.
Ada sebuah pipa berlubang di tengah jalur. Sayapun tak menyia2kan utk mengambil minum melihat airnya yg jernih. Begitu menadah dgn tangan dan masuk mulut, wuihh segarnyaaa... saya percaya pastilah ini air sumber pegunungan yg terpercaya dan teraktual.
 Saat musim hujan begini, kolam tadah hujan adalah solusi praktis utk berjaga menjelang kemarau dan tidak menyia2kan curah hujan yg tinggi.

Memasuki jalur turunan,foto di atas adalah spot yg sudah mustahil dipancal. Lumpur sedalam 10 cm tersebut super sekali, nyaris membuat roda tidak bisa menggelinding.
Kabut tebal juga mulai turun bersama angin yg begitu menggesek pepohonan mengeluarkan suara keras seperti suara kapal terbang tinggal landas.

Senang sekali menemui kabut yg sama dgn kabut yg biasa dijumpai di sekitaran jalur bromo.
Jalur yg sepi sekali kiranya bukan milik saya pribadi di hari itu, ada sebuah truk pengangkut kayu yg sedang ngetem sambil memutar musik dangdut hingar bingar, ajaibnya saya baru mendengar suara musik tersebut setelah tiba di lokasi ini, dari kejauhan sama sekali tak terdengar.
Apa rapatnya pohon pinus , kabut, dan embun meredam suara2 di sekitarnya? 
Suara burung buktinya masih terdengar sesekali.
Ini spot ban saya bocor minggu lalu. Alhamdulillah ,kali ini aman2 saja. Dari rumah sudah saya siapkan ban lebih keras dari sebelumnya, tambah sekitar 10 pompa dan doa.
Perjalanan selanjutnya masih aman2 saja, sambil sesekali berhenti menikmati suasana. Tiba2 terdengar lamat2 dentuman musik, truk pengangkut kayu td ternyata menyusul saya, minggir dululah. Ngacir juga , saya perhatikan trus tsb bukan murni truk ,tp taft kebo modifikasi.
Setelah sekian jauhnya, inilah doorprize yg saya dapatkan,...
Sumpah indah sekali, Maha Besar Sang Pencipta.
Saya dan siapapun yg mencapai lokasi ini patut bergembira.



Sungguh sempurna sajian ini bagi saya, rasanya gunung kawi sedang memberitahu bahwa dia tidak hanya gunung mistis belaka, namun sebuah gunung yg punya bermilyar keindahan, tantangan, dan nuansa petualang.
Dia seperti gunung2 yg lain, yg punya sisi eksotis.
Maka, nikmat Tuhan manakah yg engkau dustakan?