Dampit

Ada 2 hal yg saya tahu tentang dampit, yang pertama adalah salah satu kabupaten Malang yang punya kondisi alam yang bagus banget. Dampit tak henti-hentinya memukau dengan keelokan hamparan hijau, tatanan bukit maupun pegunungannya.
Saya berangkat antara pukul 9 - 10 pagi. Dari lingkar poncokusumo menembus wajak untuk kemudian berbelok sejenak ke tempat asing. Berbekal rasa ingin tahu, saya nekat mengurut pelan jalan kampung yang kelihatannya menuju lereng semeru.
Diawali jalan yang mulus, berlanjut jalan yang berlobang dan diakhiri makadam yg mengantar ke hutan pinus.  Bebarengan dengan sebuah mobil carry model lama yang akhirnya memlih putar balik karena tidak kuat menembus bebatuan yang juga menanjak.
Saya sempat mengira menemukan lokasi emas dan tersembunyi kala melihat deretan pinus yang menghampar rapi sepanjang jalan.
Nyatanya tidak sesuai harapan, sebuah keramaian di penghujung jalan menyadarkan akan sesuatu.
Kala melihat puluhan deret motor parkir dan sebuah pos tiket, maka tuntaslah sudah kecewa saya.


Bila tidak salah baca , ini  wana wisata baru di dusun patok picis, wajak. Mengekor kesuksesan hutan putih semeru (HPS), kawasan ini dikelola dan dibuka untuk para pengunjung yang mau eksis, Rumah pohon, taman dan warung kekinian tersedia bagi para pengunjung.
Bagi saya sih ini kesasar yang sebenar benarnya kesasar.

Sungguh siapa ya yg memulai model wana wisata semacam ini, karena makin populer sepertinya akhir- akhir ini. 
Model yang paling umum  dan yang paling banyak ditiru adalah  rumah pohon dan taman. Model ini menarik banyak minat pengunjung dan tentunya penghasil pundi - pundi.
Apa hutan pinus biasa dengan sentuhan alami kurang menarik?
Agak susah menjelaskan definisi menarik akhir- akhir ini.
Saya turun secepatnya, ga ada minat masuk dan lihat lebih jauh.
Ini kadal apa bunglon? 
saya tidak berpengetahuan dan menebak nebak saja apa jenis hewan ini.
Ketemu di tempat wudhu di sebuah masjid di daerah dampit.
Saya memilih melaju memasuki salah satu kawasan  di dampit yang tidak saya kenal sebelumnya.


Baru masuk saja seolah saya sedang melihat tanah minang. 
Sepi dari kendaraan, tempat ini justru ramai oleh kesibukan warga di sekeliling rumah dan ladang.



Jika baru masuk saja sudah bisa menarik hati, selanjutnya ada apa semakin membuat penasaran.
Oh ya, wilayah ini sekilas saya baca masuk Sukodono.
Tips dari saya adalah jangan lupa untuk mengabarkan pada keluarga ataupun orang yg terdekat  di rumah kemanapun kita pergi . Terutama bila  masuk wilayah2 yg masih asing. Untuk berjaga2 bila terjadi musibah.
Toh kirim WA sebentar tidak akan menggangu keseluruhan perjalanan. 
Setelah masuk agak dalam ketemulah yang demikian. Berundak undak mengalir di antara batuan dan tanah berkapur. Berada di pinggir jalan yang sepi.



Inilah bintang utamanya. Setelah jauh berputar - putar, sampailah saya di suatu tempat yang lapang dan hijau ini. Rasanya tempat ini sudah cukup untuk merangkum keseluruhan perjalanan.



Untuk bisa menjumpainya, masuklah ke sukodono dan lanjutkan untuk masuk ke Sumber suko. 
Apalagi yang asyik dari berkeliling ke desa melihat hamparan hijau dengan jalanan yang lenggang.
Poin kedua yang saya tahu dari dampit adalah didukung kondisi alam yang bagus, tempat ini punya kopi yg terkenal di luar negeri dan mulai bergema di penggemar kopi lokal juga.
Waktu saya masuk jalan pahlawan, sempat mencium bau kopi yang sedang dimasak (roast), baunya sangat enak dan mantab.
Walau sudah berkeliling mencari tidak saya temukan siapa yang sedang masak kopi seenak ini, sapa tahu bisa numpang nyicip.
Jadi kepingin segera pulang buat nyeduh robusta premium dampit di rumah.

Dampit punya 'sesuatu' , saya yakinkan itu untuk semua yang suka berpetualang.

Senja dan Sawah

Di tahun 1997 berlokasi di Texas, seorang bernama Billie Bob Harrel memenangkan lotre sebesar 31 miliar dollar. Billie adalah seorang yg sangat religius dan telah berjuang lama untuk menghidupi istri maupun anak2nya.
Di bulan juli, dia menerima 1.24 milar dollar pertamanya dari  25 cek yg akan diterimanya selama 25 tahun ke depan. Maka mulailah dia keluar dari pekerjaannya untuk kemudian pergi berlibur ke hawaii bersama keluarganya, berdonasi cukup banyak utk gerejanya dan membeli rumah, peternakan kuda. Anak2nya pun dikirimnya untuk berkuliah ke tempat terbaik. 
2 tahun kemudian, tepatnya 1999. Billie ditemukan meninggal bunuh diri di kamarnya yg terkunci dengan menembak dirinya sendiri menggunakan shotgun dibagian dada.  Salah satu penasehat terdekatnya mengatakan, bila Billie terakhir kali mengatakan bahwa 
" memenangkan lotere adalah hal terburuk yang pernah terjadi dalam hidup saya "
Jadi apakah anda bahagia dengan hidup anda? 
dan apakah saya sendiri bahagia dengan hidup saya?.
Ada yg mengatakan bila anda berusaha menjadi keren maka anda tidak pernah menjadi keren. Bila kita mencoba bahagia maka kita tak pernah bahagia.
Bahagia itu sebuah emosi, sebuah rasa. Rasa sendiri adalah sesuatu yg kasat mata, tidak bisa anda sentuh atau pegang.
Seorang yg percaya diri tak pernah risau/bingung dengan percaya diri, seorang yg bahagia tak pernah risau untuk bahagia, karena dia telah menjadi bahagia.
Di hari ini, masalahnya mungkin karena banyak orang berusaha mencoba terlalu keras.
Bahagia itu didapat dari  pengalaman dan perjalanan hidup kita.
Sekarang ini bahagia cukup rancu karena 'bahagia' dijadikan bahan marketing dan dijadikan sebuah gol.
 Beli ini, pakai itu maka kamu akan bahagia. Belajar ini, belajar itu maka kau akan bahagia.
Sayangnya, kebahagiaan itu tak pernah bisa dibeli. 
Kebahagiaan itu tidak sama dengan kesenangan.
Ada yg salah namun jamak kita temui, banyak orang mencari kebahagiaan , padahal sesungguhnya yang dia cari itu adalah kesenangan.
Menjadi populer, kendaraan baru, pergi ke tempat kekinian yang hits, banyak menonton TV dan film, pesta atau kumpul2 bersama teman2, berburu makanan enak dan banyak lagi.
Kesenangan memang asyik, tapi tidak sama dengan Kebahagiaan.
Kesenangan memang berhubungan dengan kebahagiaan , tapi kesenangan bukan alasan/penyebabnya kebahagiaan.
Tidak percaya?..
Coba tanyakan pada pecandu narkoba bagaimana pengejaran mereka pada kesenangan justru menghancurkannya.
Tanyakan pada orang2 yg kehilangan anak2 dan keluarganya bahwa plesiran hanya membuat mereka bahagia sesaat.
Kesenangan itu Tuhan palsu.
Orang2 yg banyak mengejar kesenangan ditemukan dalam penelitian bila kebanyakan berakhir tidak stabil, bertambah galau, dan kurang bahagia dalam banyak waktu.
Kesenangan itu hal yg superfisial dan mungkin solusi paling mudah.
Kesenangan adalah bahan utama marketing yang sedang ramai saat ini.
Kesenangan itu ada harganya. Dan sesuatu yg ada harganya maka otomatis utk dimiliki mesti dibeli.
Benarkah untuk bahagia kita mesti membelinya? benarkah yg kita beli selama ini adalah kebahagiaan? atau justru itu ternyata kesenangan?
Tidak apa, jalan pertama adalah mengakui. Sayapun juga salah selama ini mengira kesenangan yang saya beli adalah kebahagiaan.
Kita tidak sempurna, kita hanya menjadi baik dengan terus belajar dari kesalahan yang kita akui.
Oh ya saya buka dulu.
Beberapa bulan ini saya tinggal di lokasi baru. Masih di tengah kota Malang, tepatnya blimbing.
Awal pindah saya merasa cukup kaku di lokasi baru. Setelah beberapa bulan saya mulai perlahan menerima, beradaptasi dan menikmati.
Tak pernah saya kira sebelumnya, di lokasi yang ya mulai padat ternyata masih ada mutiara hijau bernama sawah yang amat aduhai.
Lokasinya memang mulai padat, namun sepi (khas perkampungan) karena didominasi pekerja.
Biasa sore atau pas sedang libur saya ajak anak2 ke sawah, menikmati segarnya. 
Baru kali ini saya tahu bila masih ada sawah tersisa di tengah kota malang. Beberapa memang masih ada namun berlokasi di pinggiran kota. Dengan tumbuh suburnya pemukiman , sawah2 ini menurut saya cukup dahsyat mengingat jumlahnya yg makin sedikit dan sempit pula. Apalagi mengingat harga tanah.
Wajar bila saya terkagum2. Suatu saat kita akan amat kehilangan bila utk melihat sawah saja kita mesti menempuh perjalanan jauh.
Dan kita & anak2 saya rasa mesti kenal dan cinta sawah, wong kita makan sehari2 ini tumbuhnya dari sawah kok, bukan dari jalan tol apalagi perumahan.



Lokasi sawah ini hanya 5 menit jalan kaki, dekat sekali lho. Wenakkk.....
Bila pagi hawanya segar, sore tiba hawanya makserrrr maknyesssss.
Luasnya cukup mengagumkan, saat si sulung saya gendong belakang sambil berkeliling mampu membuat saya ngos2an dan punggung nyeri setelahnya. Lha wong ada acara lompat sungai dan naik turun.
Anak saya mah ketawa2 saja sambil nunjuk sana sini.
Bila sebelumnya lambau menjadi favorit saya, sekarang sawah ini masuk juga menjadi favorit saya.. dan anak saya.
Kalau rewel mintanya jalan2 ke sawah.
Anak seneng, saya gatel. Kaki saya yg gatel, lama ga updatekeliling sawah. Kena rumput2an di sawah rasanya gatel. Tapi setelah disabun mandi seketika waras.
Lumpurnya sih ga seberapa.


" Kesatuan dan kesederhanaan adalah sumber kecantikan sejati ".

Mungkin kita semua pernah bertemu dengan orang2 yg selalu positif ataupun berpikir positif dalam semua perputaran yg terjadi dalam hidup ini.
Bagaimana bila ada yg mengatakan bahwa itu adalah disfungsi emosi yg banyak terjadi di semua orang.
Realita atau kenyataannya sangat sederhana : Hal buruk memang ada di dunia ini!
Sesuatu berjalan salah, ada orang2 yg membuat kita marah. Kesalahan diperbuat dan emosi negatif muncul. Dan itu normal!.
Tips menghadapi emosi negatif adalah ekspresikan dalam hubungan sosial yg bisa menerimanya dan dengan perilaku yg sehat.
Bisa juga ekspresikan sesuai nilai yang kita junjung.
Seperti umpama kita menjunjung  untuk tidak melakukan kekerasan, menggunakan kata2 kasar dan sebagainya.
 Banyak orang yg menjunjung pedoman " tetap positif/selalu positif/ ". 
Tetap kita menghormati apa yg orang pegang, namun utk belajar kita disarankan tidak seperti itu.
Sama seperti orang yg selalu mengatakan kalau dunia ini isinya T***/ kekacauan/hal2 buruk yang tidak pernah berakhir.
Jika standar kita utk kebahagiaan bahwa kita mesti merasa selalu senang, maka yg terjadi adalah hidup akan menampar kita .
Hidup adalah dua keping, dua sisi. Baik dan buruk, susah senang, negatif dan positif.
Keduanya ada sebagai kesatuan.
Simple.
Terima itu.

Apa anda pernah mengatakan pada diri sendiri saat melihat media sosial bahwa betapa begitu menakjubkan hidup orang2 , tapi tidak hidup kita. Itu normal bila mengingat bahwa  kebanyakan kita dibesarkan dengan kata2 semangat bahwa kita ini adalah mutiara  yg unik dan lahir utk merubah dunia. Terdengar narsis bukan? Namun kenyataannya tidak seperti itu. Tidak apa2 untuk kecewa, namun ketahuilah bahwa kita akan rugi bila kecewa dengan hal2 yg superfisial , seperti yg kita lihat di  media sosial.
Mungkin seperti teman dengan mobil baru, tetangga dengan rumah yg tambah megah.
Ingat bahagia adalah rasa.
Jangan kacaukan kebahagiaan dengan kesenangan.
Anda pernah mendengar orang yg kehilangan banyak uang utk berbisnis dan berakhir gagal. Dan dia bangga setelah sekian tahun berkata bahwa itu hal terbaik yg pernah dilakukan karena memberinya banyak pelajaran dan pengalaman.
Kegagalan utk memenuhi harapan kita bukanlah penolak ataupun menjauhkan kebahagiaan. 
Kemampuan utk menerima kegagalan dan menghargai pengalamannya itu pondasi dasar kebahagiaan.
Jadi tinggikan standarmu, buat daftar yg panjang dan siapkan diri utk kegagalan yg tak diundang. Tidak apa2, belajarlah darinya, hiduplah dan biarkan muncul tunas baru dari retakan. Hal2 menakjubkan banyak datang dari sesuatu yg paling menyakitkan.


Berhasil finish bersepeda membuat kita lebih bahagia daripada sekadar makan nasi padang. Mengasuh anak dan membesarkannya membuat kita lebih bahagia daripada berhasil menuntaskan game favorit. 
Memulai usaha dan berjuang menambah penghasilan membuat kita lebih bahagia daripada beli komputer baru.
Lucunya, ketiga hal diatas ada hal2 yg tidak menyenangkan, butuh kerja keras, fokus tinggi dan masih akan ada kegagalan.
Beberapa momen dan aktifitas paling berarti dalam hidup kita pun juga seperti itu. 
Ada rasa sakit, perjuangan, berdarah-darah bahkan amarah dan putus asa. Tapi saat kita menoleh kepadanya, membuat mata kita berkaca-kaca.
Kenapa ya?
Karena aktifitas2 semacam ini membuat dan menuntun kita menjadi pribadi yg ideal. Mengejar dan memenuhi keinginan menjadi diri yg ideal itu lah yg membuat kita bahagia, terlepas dari hal2 superfisial dan rasa sakit, terlepas dari emosi negatif atau positif.
Makanya bisa jadi ada orang2 yg bahagia dalam peperangan dan bersedih di pernikahan. Itu juga makanya ada orang yg suka kerja dan benci pesta.

Yang membuat kita bahagia akhirnya bukan karena punya anak2 menakjubkan utk dipamerkan, tapi mengetahui bahwa kita memberikan diri kita seutuhnya utk tumbuh hidup anak kita, itu yang spesial.
Saya sendiri masihlah belajar memenuhi utk menjadi diri saya yg ideal. 
Mungkin tulisan tentang 'bahagia ' ini tidak sama dengan yg ditulis ataupun yg dipercaya orang lain, itu sah2 saja.  Ini bukanlah nilai yg dipaksakan utk dijadikan pedoman.
Bimbinglah diri anda melalui jalan yg anda suka, namun jangan pernah menghindari/menolak apa yg tidak disuka tanpa berpengetahuan.
Ada hal2 yg benar/baik pada sesuatu yg tidak kita suka, dan ada pula hal salah/buruk pada sesuatu yg kita suka.
Karena benar dan salah tidak  sama dengan suka atau tidak suka.
Menerima yg tidak kita suka juga salah satunya ada terdapat dalam tuntunan agama.
Bila dalam agama saya, siapa sih yg suka berpuasa, sholat tepat waktu?
namun hal2 ini yg kebanyakan tidak disuka diwajibkan utk dilakukan, karena Tuhan tahu ada nilai2 baik di dalamnya.
Dan tugas kitalah  belajar utk mengetahui apa yg baik terkandung di dalamnya, yg diberikan Tuhan.
Sebagai akhir, berikut foto2 senja saat dari rentang waktu 1 jam sebelum Magrib.
senja yg amat sempurna, dan salah satu yg terbaik yg pernah ada. Semua ini saya dapatkan kala berkunjung ke sawah yg tidak terkenal ini.
Mohon maaf bila ada salah kata , atau yg tidak berkenan.
Salam sehat selalu.