Menikmati Parangtejo dengan Gaya Berbeda

15:39 0 Comments A+ a-

Jam 2 siang baru meluncur ke parangtejo setelah sempat tertunda kerjaan. Ada keinginan menikmati senja di sana, semoga saja tidak hujan.
Beberapa kali kesini biasanya berangkat pagi dgn membawa sepeda. 
Standar sih awal mulanya. Saya bawa motor terus kemudian nitip ke warung langganan. Warung tempat saya dan anshari dulu nitip motor waktu muncak ke butak. Langganannya para pendaki juga.

Kemudian lanjut treking santai.Berhubung udah biasa jalan ya kecepatannya kerasa lambat tapi sebenarnya ngebut juga.
Ohya, apapun kalau sudah niat mau kehalang apa juga ya tetep jadi aja. Kadang alam memberi ujian dulu , bulat ga niatnya.

Pemandangan Malang menjelang ashar. Nampak jelas mulai diselimuti awan.




Jalan terus, mulai keliatan nih.
Di pertigaan awal , sore sore pula diisi 4 ABG lokal sedang hang out.


Sampai sini masih standar seperti jamaknya orang2 menikmati air terjun  dan alam sekitarnya.


Sekitar jam 4, suasana di sini sangatlah sepi dan mulai sedikit gelap dari biasanya. 


Sedikit gerimis yg tidak terlalu mengganggu. Namun paling asyik adalah kabut mulai turun.
Hawanya mistis sekali, sore2 hampir gelap, gerimis ditambah kabut.
Duduk sebentar tiba-tiba kepikiran gimana ya menikmati suasana ini dgn gaya yg berbeda, yg berkesan, sesuai dgn jiwa petakilan saya.
Jika saya punya daftar '101 hal yg ingin saya kerjakan sebelum saya mati' itu apa saja diantaranya. Maka beberapa saya laksanakan dlm kegiatan ini.
Terdengar cukup gila, tapi sori kawan2.. hidup cuma sekali dan tidak ada yg menarik dgn menjalaninya dgn gaya yg begitu2 saja, standart.

Kita perlu utk berani sedikit gila utk menyalurkan hasrat dlm diri. Terserah orang mau bilang apa, bodoh amat sama mereka. Toh ini diri saya sendiri dan siapa lagi yg bisa buat diri saya senang kalau bukan saya.


Dari 101 itu diantaranya adalah 'Menari di tengah hutan'.
Serius ini menyenangkan. Setel lagu yg disukai, ambil langkah2 kecil nan riang, ikuti ayunan mulai dari kaki dulu baru kemudian seluruh badan.
Tak perlu malu menggoyangkan badan, di hutan takkan ada yg melihat. Kalaupun ada yg lihat paling juga tersenyum melihat keceriaan kita
Hirup udara sekitar, semua terasa penuh energi kebahagiaan dan bergerak menuju kita.

Coba juga 'moonwalk' di jalan tanah yg basah dan licin, ..nikmati sensasinya.

Dan kemudian turun dgn berlari mengikuti kontur jalur.
Widiw, nikmatnya hampir sama seperti saat menikmati turunan dgn sepeda cuma ini tubuh yg main suspensi.
Kejang2 tiada tara, ha ha.


Nomor 100 dari '101 things i want to do before i die' adalah melakukan HAPPY JUMP /melompat dgn penuh kebahagiaan/lompatan bahagia.
Dan foto paling atas sendiri itulah kesenangan melompat-lompat serasa jadi kelinci hutan.
Begitu ambil 'hop' wih , gimana ya rasanya.... asyik lah, seperti ada rasa tubuh mau ditarik ke langit.


Ini mungkin mirip tarian pemanggil hujan.  Kan ada tuh pepatah ' bagaimana tetap menari di tengah hujan'. Nah mungkin seperti ini ya kira2
Cuma ini persisnya tentang bagaimana tetap menari walau awan gelap tiba.
Dan ditutup dgn 'pray to God'/ berdoa kepada Tuhan.
Alhamdulillah di bawah sana saya dikabari sedang hujan deras, dan diatas sini cuma gerimis sebentar kemudian cerah. Saking cerahnya saya bisa melihat kilau petir yg menari di bawah sana.
Keren.
Cukup menghabiskan energi ternyata.
Lumayan berkesan utk perjalanan pendek menghabiskan waktu menjelang magrib.
Kembali ke warung, santap mie kemudian langsung cabut segera.
Di bawah ternyata hujan deras sekali ya, sumpah beda banget dgn di atas tadi suasananya.
Sebagai penutup perjalanan pendek, hujan ini sumpah sempurna sekali. Bikin tidur nyenyak, hati plong. 
Memang bila kita pasrah dimandikan oleh alam itu bikin tubuh dan hati lebih sehat,... percayalah.