Menyusuri Rolak

18:03 0 Comments A+ a-

Ada keuntungannya juga saat saya memutuskan menutup sejenak segala yg berhubungan dengan sepeda. Mulai dari youtube sampai berhubungan dgn komunitas yg berbau sepeda pancal. Melakukan banyak kegiatan yg lain dan bersepeda hanya seperlunya  (atau bisa dibilang kalo kebelet saja). Dan ternyata saya menemukan 'sesuatu', yaitu greget . Bukan sembarang greget, ini perasaan laiknya anak yg menemukan kesenangan baru. Walau tidak 100% sama, mungkin bila digambarkan itu rasanya seperti 'cinta pertama' . Banyak sekali saya kira yg bersepeda di masa awal( sekian lama dari kecil baru sepedaan lagi saat sudah gede), meskipun dengan rute cuma keliling kampung atau sawah orang dengan sepeda yg entah baru dapat, baru dibeli , bisa juga lama mangkrak trus dicoba ataupun minjem milik orang,   rasanya itu lho...... luar biasaaa senengnya. 
Trus kepikiran mau kemana lagi nih selanjutnya?...
Jujur saja saya pernah malam susah tidur karena tak sabar menunggu esok agar bisa sepedaan lagi. Apalagi bila rutenya masih gress, sudah terbayang asyiknya. Insan sepedaan mana yg tak pernah mengalami?
Setelah sepedaanya mulai berjalan jauh dan kenal serta belajar banyak hal, maka kesenangan awal yg cuma muter2 kampung dan sawah orang itu mulai terasa biasa. Butuh sesuatu yg lebih utk meningkatkan kadar kesenangan itu. Di sini mulailah terjadi resah dan mencari jati diri akan bersepeda. Ada yg mulai main ekstrim, karena ketagihan dgn adrenalin tinggi.  Sementara yg lain ada mulai beralih ke gaya sepeda wisata, segala coban/air terjun sampai sumber air yg jarang diketahui orang dilahap habis. Sekelompok lainnya mulai tergila gila dengan tanjakan dan mulai memakai sepeda ramping. Masih banyak lagi. Dan akhir akhir ini saya paham apapun itu gaya sepedaannya, ada rasa seneng yg tersedia di masing2 pilihan . Bagi yg penggila turunan, sama yg cuma sepedaan jauh trus nyemplung di kolam ga jelas habis itu nyari kuliner enak, semua sama2 mengasyikkan. 
Kuncinya menurut saya, mari mencari dan menikmati yg sesuai dgn kita. Sttt... ada sedikit rahasia... terkadang pada hal2 yg simple justru lebih banyak kebahagiaannya.
Saya mulai mikir itu , dan entah kenapa setelah ga neko2 sepedaannya, kok terasa lebih nyaman ya.. 
Setelah momen terakhir ke dusun bunder. Saya turun pedal lagi minggu ini menyusuri rolak di kawasan kedung kandang. Rolak sendiri artinya kurang lebih bendungan, atau bisa disebut Dam. Mumpung libur dan nglirik sepeda kok mengenaskan di pojok rumah. Pas saat empunya lagi butuh piknik yg ringan2. Cabut dari rumah jam 9 bawa sepeda sama badan saja, hehe.
Destinasi rolak ini merupakan favorit yg tidak pernah saya publikasikan, karena saya'eman2'.. hahay. Sepi dan ayem sih, banyak spot yg menarik. Berikut 
Pipa ini pernah saya panjat atasnya buat motret beberapa bulan yang lalu. Coba saya masih muda, mungkin hajat  buat loncat trus renang di sungai bawahnya sudah saya eksekusi.
Airnya keruh karena hujan tak henti akhir akhir ini.


Ada dua jalur di kanan kiri sungai yg bisa dipilih, keduanya sama-sama maknyus buat menikmati keramahan sekitar. 

Banyak hal yg menakjubkan bahwa meski lokasi ini masih masuk kota, namun masih bisa ditemui penggunaan sungai untuk keperluan rumah tangga. 


Masuk lebih dalam bisa ditemui spot pepohonan rindang di samping sungai. Lokasi ini paling menancap dalam benak saya. Suka berlama2 menikmati sepi dan sejuknya. 


Terkadang saya menemui penggunaan sungai ini untuk menghanyutkan pohon yg sudah ditebang sampai ke hilir utk dimuatkan ke truk. Samping kiri merupakan tanah negara, kiranya aman sampai beberapa tahun ke depan tidak diutak atik, Samping kanan merupakan jalan desa dengan rumah yg masih jarang.

Menyusuri sungai ini mengantarkan ke bendungan utama yg saat ini lagi hits jadi idola wisata baru. Saya akan mengulasnya di blog satunya. Biasanya para penggiat turunan yg blusukan di track buring juga finish di sini.



Begini tampang rolaknya. Biasanya saat tidak musim hujan spt sekarang, anak anak kecil sekitar suka nyemplung deket bendungan. Lokasi ini pas buat ngaso, selain banyak pepohonan, pemandangan terhampar luas, yg jualan bakso sampai kopi ada, Jadi walau saya  cuma bawa air minum saja tak kuatir kelaparan.
Ternyata waktu saya tiba , yg jualan bakso masih belum beredar... duh.
Apa yang sedang kau pikirkan pak Tua? ....  Semoga sehat selalu 

Di samping rolak tersedia taman yg baru dibangun beberapa bulan yg lalu juga. Merupakan kawasan ramah keluarga... ini salah satu jujugan keluarga saya.



Di pinggir taman ada gasebo utk menikmati pemandangan sungai. Asoy benar...
Bila hari libur, disini ramai jadi saya biasanya ga datang. 
Enak anginnya kalau lagi duduk2 , apalagi di sekitar udah banyak yg buka warung. Komplit
Arah pulang saya masih kelaparan, belum nemu pengisi yg cocok. Ndilalah bau pangsit kok menggoda. Di Jl Muharto ini saya berhenti utk mencoba godaan itu.
Ternyata ... MANYUSSSSS sodara. Pangsit ini pakai mie yg besar , seperti yg biasa dipakai bakmi. Trus bumbunya itu lho, rasanya merasuk dan pas, sedep. Dgn 6000 sudah dapat seporsi penuh. Minus ga ada kerupuk pangsit, yg bagi saya ga masalah. Ini merupakan destinasi baru yg wajib dimasukkan list kunjungan berikutnya.
Jadi..... stay simple and be grateful.