Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Saya Sendiri
- Arek Malang
- Perenung yg suka melakukan perjalanan seorang diri. Mewujudkan gerakan mencintai keluarga dan alam sepenuh hati. Lahir , besar dan berdomisili di kota Malang. Selalu terkenang sudut lampau kota dan negeri ini hingga tersedu sedu, hampir gagal menerima perubahan
Featured post
Mutiara Itu Bernama Kesamben
Sebulan sekali saya mengajak keluarga ke Blitar naik kereta api. Anak - anak suka sekali dengan kereta dan berbagai pernik yang berhubungan ...
Popular Posts
-
Gerimis yg mulai sesekali turun menyadarkan utk mengatur waktu pulang. Suasana kawi yg sering berkabut itu menyamarkan suasana menjelang sor...
-
Baru saja saya berjalan kurang lebih 300 meter dari bedengan, hujan sudah menyambut. Jas hujan ada di jok motor namun untuk kembali turun ra...
-
Ya itulah tajuk kali ini. Acara yg dikemas sedemikian rupa sebagai penutup sekaligus ajang para 'kere hore' berpisah dgn salah satu ...
-
'ROMANTISME MASA LALU', seperti itulah setidaknya sekarang ini alasan saya bersepeda. Ada beberapa bagian yg memanggil dan membuat ...
-
"Sedangkan sebetulnya cara mendapatkan hasil itulah yang lebih penting daripada hasil sendiri. “ - Tan Malaka Perubahan adalah harg...
-
Bila dari kepanjen menuju pagak, ada satu jalan yg pasti dilewati yaitu jalur gunung Geger. Jalannya meliuk-liuk dengan jurang dan pemandang...
-
Inilah spot tersulit level dewa dari keseluruhan jalur ini. Jalur yg pastinya tidak cuma membuat menderita pesepeda yg berniat mencobanya, n...
-
Ada yg lupa saya sebut di awal , dan fakta terbaik tentang perjalanan ini,bahwa awal mula track langsung disuguhi turunan, no nanjak. Diping...
-
Singkat saja. Jadi jalur yang biasa saya lewati menuju gunung kawi melewati wagir , disalah satu spot hutannya dijadikan ya semacam taman k...
-
Selain belanda dan portugal, Indonesia pernah didatangi orang perancis, italia dan jerman. Itu adalah ulah Kassian Céphas (1845), fotogr...
